Saturday, December 10, 2011

[puisi] Kau Terlambat

Ranting, seperti ranting aku berdenting.
Nadaku meliuk riuh, dedauan bergeming.
Daun, ibarat daun aku teramat rimbun.
Parasku memekik penat, waktumu tersekat.

Ternyata kau terlambat.
Sosokku kini melesat, jauh.
Tak lagi tergurat, hanya jejakku kian tersurat.
Ternyata kau terlambat,
Kau lewatkanku ketika dekat.
Dan kini hanya ada kau,
Ketika aku jauh, kulihat wajahmu begitu lusuh.

Ranting, daun, dan segala metafor tentangku,
Berbisik, menggunjingmu.
Kau memang terlambat.
Kini hanya ada kau,
Berwajah sembab, tersudut hasrat


Jember, 8 Nopember 2011
Samsi Arpanurhi

No comments:

Post a Comment