Bintik kegalauan wajah tersirat beku.
Lelah kian berkelana, haru.
Lidah menjepit kata, bisu.
Tak ada waktu mengeluh, hanya tersisa piluh karena terayu.
Letih berbisik, luruh.
Bintik kegalauan wajah terhempas jauh.
Cuku[ lama letih terbelenggu, dalam jiwa termangu jenuh.
Letih kembali berbisik, riuh.
Membalut asa tanpa arah.
Galau terhambur, jengah tak terlebur.
Sendu, luruh, riuh, seolah enggan menjauh.
Letih semakin kerap berbisik.
Melodi jiwa kian terusik.
Letih tak henti berbisik
Pun jiwa kini tercekik.
Betapa letih terus berbisik.
Menjerat senggang, bernapas pun pekik.
Panti, 16 Oktober 2011
Samsi Arpanurhi
Samsi Arpanurhi
No comments:
Post a Comment