Banyak yang hadir dalam hidupku. Tapi hanya kamu yang bertahan dalam hatiku. Sedikit kenangan tentangmu. Tapi sedikit pun nggak mengurangi bayangmu. Tapi, lagi-lagi tapi. Tapi itu dulu. Sekarang?? Kamu nggak lagi terdefinisi seperti itu.
Ah sudahlah. Sesering apapun bayangmu hadir dalam pikirku, nyatanya aku nggak lagi bersamamu. Selalu ada celah untukmu...sekedar hadir, lantas mengecohku. Terlalu kejam jika aku menyambut pahit bayangmu. Karena sebenarnya semua nggak sepahit itu. Hanya saja aku terlalu eneg merasakan manis, hingga akhirnya aku nggak bisa merasakan seperti apa manis yang sesungguhnya.
Jika ada yang bilang aku terlalu mengharapmu, itu nggak tepat. Jika ada ungkapan bahwa aku terpuruk tanpamu, itu salah besar. Karena sejak kamu memilih jalan hidupmu, sejak saat itu juga ada janji yang tertancap dalam hatiku ”aku akan bahagia walau nggak bersamamu”. Kamu hanya sampah baru yang harus terbuang dari relung hatiku. Memang, kamu telah terselip dalam hidupku, tapi nggak dalam hatiku. Lenyap! Bayangmu melebur bersamaan dengan kehadiranmu.
Jika harap nggak lagi sama dengan nyata, jangan salahkan rasa.
Jika cinta nggak lagi terbalas, maka tegaslah.
Karena hati nggak pantas disiksa.
Begitu juga dengan rasa.
Karena rasa adalah karunia.
Dan tegaslah untuk mengistimewakannya.
*buat seseorang yg request notes ini...ahhh nggak perlulah kusebut siapa namanya "semoga kamu tegar bertahan. Tuhan selalu bersamamu kawan"
Jember,21 Maret 2011
Samsi Arpanurhi
No comments:
Post a Comment