Tuesday, June 7, 2011

Magicmu bukan Tuhan

Hatiku untukmu.
Seharusnya kau tak perlu ragu.
Kuberi cinta untukmu.
Dan hanya Allah yang tahu sebesar apa cinta itu.
Kurelakan hatiku kau sentuh, kau balut, kau rawat.
Sedikit pun tak terlintas kecewa dalam benakku.
Tulang belulang cintaku luruh dalam syahdu asmaramu.
Begitulah cara Allah menautkan hatiku dengan hatimu.

Namun, itu dulu.
Sewaktu kau tulus menyanjungku.
Sangat dulu, sewaktu kepolosanmu memukau batinku.
Kini dengan alasan yang entah.
Sengaja kau ganti kepolosan itu dengan magicmu.
Kecewaku kini tak terkendali.
Hatiku perih, getir tak henti menghampiri.
Sungguh, hatiku tak lagi berpihak padamu.

Tahukah kau?
Rasa itu telah hanyut bersama aliran magicmu.
Allahu Akbar...Dialah yang mengizinkanku menepi.
Hingga hatiku mampu membangun rasa baru.
InsyaAllah jauh dari magicmu.
Maaf jika semua tak sejalan dengan inginmu.

Seharusnya kau tahu!
Cinta ini bisa hadir dan pergi.
Semua tak lepas dari kebesaran-Nya, keadilan-Nya, kuasa-Nya.
Dan harusnya kau ingat.
Allah tetap yang Maha Esa.
Karena sesungguhnya, tak ada Tuhan yang pantas disembah selain Allah ta'ala.


*Puisi ini special buat seseorg yg ud mau brbagi kisah denganku di mlm"2 April 2011".  Hehehehe tengkiu tengkiu aku belajar banyak darimu mbak ^_^

Samsi Arpanurhi

No comments:

Post a Comment