Tuesday, June 7, 2011

ANGKUH

Telah ku saksikan keangkuhan yang perlahan mengurung kejujuranmu.
Dengan segumpal misteri, kau hadir kembali.
Coba tuk akui rasa yang sebelumnya telah kau pungkiri.
Aku menatapmu, mengeja kata demi kata yang terbentang di matamu.
Hanya keangkuhan yang terbaca.
Raut wajah lukisan rasa itu telah bernanah, aku ragu menyentuhnya.

Sekalipun nantinya paksaanmu selembut sutera, rasa itu terlanjur luka.
Keangkuhanmu kembali terbaca...dan hadirmu tiada guna.
Lenyapkan keangkuhanmu jika kau berniat mengakuinya.
Agar kau tahu, sebesar apa rasa itu pernah menguasaiku, dan setajam apa rasa itu pernah menusukku.
Kini matamu beriku isyarat, keangkuhanmu semakin tersirat, semakin menjerat kejujuran yang sejatinya ingin kau ungkap.

Aaah...Bukankah bagimu cinta harus memiliki.
Tapi nyatanya, kau biarkan rasa bernama cinta itu pergi.
Baiklah, simpan saja keangkuhanmu.
Agar dunia tahu, betapa kejamnya pemikiranmu.
Jika rasa bernama cinta itu sembuh, kan ku biarkan ia melenggang mengecohmu.


*Hemhemhem puisi ini bwt cwek yg ktany lg diombang ambingn ma cwok yg g tegas.Monggo sekecoaken maose bune :)

No comments:

Post a Comment