Aku kembali bertemu
malam. Kebiasaanku tetap sama, masih saja mengenangmu di sana yang
entah. Remang kian membungkam pikiran, menyeretnya menjelajah disket
memori yang penuh dengan sosokmu di dalamnya. Mungkin aku memang belum
benar-benar menghapusnya, hingga sampai malam ini histori itu masih saja
mendominasi. Aku terseret jauh, semakin jauh, lalu tersungkur. Disket
itu terputar perlahan. Aku sangsi malam jenuh bertemu denganku. Meski
faktanya, aku sengaja membuat malam terus mengulum memori tentangmu.
Mengamatimu dari jauh, mengintai gerak gerikmu pelan-pelan, merangkul
jiwamu melalui dunia yang sendu. Dan itu adalah duniaku tanpa kamu,
hanya di huni setumpuk angan. Sepertinya malam mulai menggerutu,
mencerca melaui hembusan angin, dan semua itu tertuju padaku. Sebelum
malam ganti mengutuk, kupercepat historimu agar disket itu segera
berhenti berputar. Lalu kupejamkan mata dan kusambut pagi seolah malam
datang hanya dalam mimpi. Lantas semua tentangmu kembali tak berarti,
meski tak ayal semuanya tersimpan rapat-rapat dalam hati.
*5/3/12*
Edisi memanjakan insomnia ^_^