Terlanjur gila.
Tak ada kebenaran bagi penderita gila.
Sebenar apapun perihalnya, semua dianggap salah.
Ahhhhh begitu parah nasibnya.
Sudah jatuh tertimpa tangga.
Sebentar tertawa, sebentar merana.
Tak ada kesempatan bernapas lega.
Bicara pun nampaknya percuma.
Terlanjur gila.
Apapun perihalnya, haruslah tetap tertawa.
Terlanjur gila.
Walau terluka haruslah baik-baik saja.
Ahhhh terlanjur gila, lagi-lagi terlanjur gila.
Damainya sebatas dipandang mata.
Siksanya???
Tak perlulah ditanya!
Terlampau tak terasa.
Terlanjur gila
*Kuta, 06 Agustus 2011
Samsi Slice Nurul
No comments:
Post a Comment