Thursday, March 24, 2011

Ada Perih disaat Cinta Menyapa

Sepercik luka yg tak pernah ku harapkan,kini nampak samar tak karuan bentuknya.Dulu,hati ini pernah tersenyum ramah menyambutnya.Namun,kini hanya perih yg terasa bersama membuncahnya percikan itu kedasar jiwa yg tak terjamah.
Dulu dan kini memanglah beda.Dulu percikan itu melanglang buana hanya ketepian saja.Namun kini,hampir sluruh dasar jiwaku yg terendam.Tanpa merasa menggurui diri dan akal sendiri,aku mulai mengartikan percikan itu sebagai CINTA.
Ya,Cinta!!
Cinta yg menyapa dsaat aku tak mencarinya.Cinta yg menyapa disaat aku belum menguatkan diri menyambutnya.Cinta yg menyapa dsaat aku belum tahu cara merawatnya.
Satu yg kurasa bersama kehadirannya.Ada perih disaat Cinta menyapa.Tak jauh berbeda dg cinta itu sendiri,aku pun tak pernah mencari perih itu.Aku belum mempersiapkan diri menyambutnya,bahkan aku tak pernah ingin merawatnya.
Ada perih disaat Cinta menyapa.Perih karena cinta tak pernah dipaksakan.
Ada perih disaat Cinta menyapa.Perih karena cinta tak pernah dperhatikan.
Ada perih disaat Cinta menyapa.Perih karena aku tahu,ternyata cinta dlm hatimu tak mampu ku menangkan.
Ada Perih disaat Cinta Menyapa

*heart_light*

PEDIH

Kalau saja ada hari yang lebih tepat daripada hari ini untukku menyimpan pedih, aku akan menyimpannya di luar hatiku.
Kalau saja ada masa yang lebih tepat daripada masa kini untukku mengakui “Hatiku pedih”, mungkin aku tak akan merasakan kebahagiaan ini. Tapi nyatanya sebesar apapun kebahagiaanku saat ini, aku tetap saja terperangkap dalam keheningan yang pedih.

Mungkin memang terlalu cepat jika semua ini ku artikan bahwa aku mencampakanmu. Tapi memang tak ada kata yang lebih pantas ku ucapkan selain “Maaf. Maafkan aku”
Kalau saja ada hati yang lebih indah daripada hatimu, aku akan menghampirinya cepat dan berbagi cinta tanpa derai air mata bersamanya.
Tapi sayangnya tak ku temui hati itu selain hatimu yang pernah Tuhan hidangkan untukku beberapa waktu lalu.
Serasa semua hanya impian yang hadir perlahan. Sangat tenang, masuk kedalam angan kesendirian.
 Pedih!

Bumi berotasi tak lepas dari kehendakNYA, begitu pula rotasi cinta yang terjadi dalam hidupku.
Kalau pun detik ini aku tergeletak tak berdaya dalam cinta yang kau tuai, itu juga kehendakNYA. Kehendak Tuhanku *Allah SWT*
Kau pernah berbisik merdu di telingaku tentang kalimat yang menerangkan bahwa Tuhan menitipkan cinta untukku melalui hatimu. Seketika itu, mulutku membisu, aliran darahku membeku, bahkan aku lupa bagaimana caranya menyeka keringat dingin yang mengalir di keningku. *Bengong*
Tapi kini semua telah berlalu. Kata-kata itu menghilang tersapu oleh derai air mata yang mengalir bersama kepergianmu.

Lantas, patutkah aku dipersalahkan atas keadaan ini?
Sedikit pun aku tak bermaksud menciutkan hatimu. Aku tak berniat mengkerdilkan perasaanmu.
Tahukah kau kini?
Tanpa kau sadari, kau telah menyudutkanku ke lembah penyesalan. Dan kini aku terjerembab dalam kepedihanku sendiri.


*heart_light*
Samsi Arpanurhi

Karunia Tuhan untuk Jiwa Pilihan

Tuhan. Kalau saja ada bunga yang dapat mewakili aroma perasaanku saat ini, mungkin aku akan berbagi aromanya pada dunia melalui setiap helai kelopak bunga itu. Tapi nyatanya aroma ini begitu wangi hingga bunga pun tak mampu mewakili. Yang aku rasakan saat ini, aromanya menyebar di seluruh ruang jiwaku, melekat di dinding-dinding hati, mengalir kedalam urat nadi dan enggan membaur keluar dari jiwaku.
Tuhan. Kalau pun aroma wangi ini terus bersarang dan mengendap di seluruh ruang jiwaku, satu permintaanku padaMu. Berikan aku cara agar aku bisa membaginya kepada mereka yang telah tulus menyayangiku. Bukan maksudku mengumbar karunia yang telah Kau beri. Aku hanya ingin mereka ikut merasakan betapa indahnya caraMu menyayangi setiap hambaMu. Terlebih ketika Kau berikan Karunia itu untuk jiwa-jiwa hambaMu yang terpilih.
Tuhan. Terima kasih karena kehendakMu aku bisa merasakan nikmatnya disayangi, dimengerti, dipahami, bahkan dicintai oleh jiwa pilihan yang telah Kau siapkan sebelum aku terlahir ke dunia ini.
Berbagai macam aroma pernah Kau sajikan di dalam jiwaku. Pernah waktu itu Kau tebarkan aroma kepedihan demi menguatkan jiwaku. Bahkan pernah pula Kau tebarkan aroma kepasrahan demi menguji imanku. Dan diantara aroma-aroma itu, kau selipkan kasih sayang hingga aku mampu bertahan, tegar menghadapi takdir yang telah Kau tetapkan. Kalau pun kini aku memohon agar Kau membantuku merawat aroma wangi ini, permohonan itu semata-mata karena aku tahu Engkaulah satu-satunya pemilik aroma wangi ini. Dan aku takkan mampu merawatnya tanpa campur tanganMu.
Terima kasih Tuhan! Karunia ini akan ku nikmati dan selalu ku syukuri.
Terima kasih Tuhan! Aku mohon bantu aku menjaganya hingga akhir usiaku nanti.



*kado special buat sahabat serta sodaraku yg uda menikah. Semoga tulisan ini bisa menjadi do’a. Amin!
*bwt yg mash pacaran n tunangan_mga ini jg brmanfaat ya!
*and...bwt yg msh jmblo....jngan kwatir,ini kn jg bs jd doa utk mmprthankan pujaan hati kalian.hehehe
*muph nge_tag gak izin dulu.xixixixixi


*heart_light*
Samsi Arpanurhi

Ending of Relationship

Open my brother’s notes….get unique feeling of his, tonight. Directly...remember about him and his dear. Before, around me and others…they get their happiness. Always care to other…but sometimes people disappointed with them. In around of mini secret, they try to share exciting moment. Yeyeyeye…they can make special world of theirs. I can be consoled, very much!!! Now…they just can memorize…in their mind…for their heart. I can see it…feel alone…as like nobody care…rush….hurt…so kill them!! I’m here…just stay in the silent, can’t speak more, just give more attention to their condition.
Sorry, I can’t do anything for this!!! But you have to know…I do everything for your spirit, guys!
Pray first…then…get your new world without missing your last world. You'll get it…sure!!! Ask to Allah and say thanks to Him ^_^

*for someone there_you still have important thing in your life "self esteem"
  don't blame yourself...coz you are the great of yourself. Stay Spirit and Gud lak

Dari Sudut Ini

Dari sudut ini, dia bisa melihat cerahnya langit walau tak secerah hatinya saat ini.
Dia bisa merasakan semilir angin yang perlahan membalut kulit ari, dengan manja menelusupi setiap pori-pori, membuat gerah dihatinya tersapu bersih.
Dia bisa memandangi setiap pepohonan yang berdiri kuat sekali pun angin menerpanya setiap hari.
Walau pepohonan tak jauh lebih kuat dari pertahanannya, dia tetap takjub belajar dari alam terbuka.
Dari sudut ini, dia bisa menikmati hijaunya dedaunan segar, menyegarkan hatinya yang galau akan sebuah keajaiban.
Mendamaikan pandangannya yang bimbang akan indahnya kenyataan, serta meneduhkan batinnya yang sendu akan pesona uniknya kehidupan.
Sudut ini memberinya banyak jawaban dari sebuah pertanyaan.
Memberinya banyak harapan dari sebuah kepastian.
Memberinya banyak kemenangan dalam keterbatasan.
Dari sudut ini, dia mengerti, memahami, mengakui!
Hatinya yang dulu sepi, kini telah pergi.
Pergi dari kehidupannya, berharap takkan pernah kembali.
Sepi itu pergi, dan berganti kasih dari Sang Illahi Robbi.

Tulisan di atas Pasir

Judul                 : Tulisan di atas Pasir
Penulis             : Robin Bie Wijaya
Penerbit          : LeutikaPrio, Yogyakarta (Cetakan Pertama, Januari 2011)
Tebal buku     : 132 hlm


“Karena cinta tak pernah lengkap tanpa kerinduan”
“Karena kebersamaan tak pernah lengkap tanpa kehilangan


Kumpulan 15 kisah yang bercerita tentang rindu dan kehilangan. Buku ini memberiku pelajaran-pelajaran menarik tentang hal-hal sederhana (pelajaran tentang kehilangan, rindu, kasih sayang). Bahkan buku ini pun memberikan pelajaran menarik tentang karya tulis itu sendiri, lebih tepatnya lagi aku menyebutnya “sense of literary”. Aku belajar tentang bagaimana cara mengusung kisah sederhana menjadi kisah yang luar biasa, belajar tentang mengolah alur agar tidak terasa klise, belajar mengolah konflik agar memikat para pembaca, dan masih banyak lagi yang lainnya. Wah kalau ditulis semua bisa-bisa aku dapat sebutan “Samsi cerewet”. Hehehehe... ^_^

Lima belas kisah, bercerita tentang rindu dan kehilangan, aku memahaminya sebagai tema dari semua kisah yang akan diulas di dalamnya. Nah, sesuai dengan temanya, di sinilah aku mendapatkan penggalan-penggalan keadaan yang ternyata sempat terlewatkan begitu saja “khususnya dalam kehidupanku”. Selain itu, buku ini juga menceritakan kisah yang beraneka ragam dan dikemas dengan alur yang tidak membosankan. Sehingga membuatku betah berlama-lama mengeja setiap kalimat-kalimat menawan dengan gaya penuturan yang mengalir pula.

Dari 15 kisah yang disajikan, ada beberapa kisah yang memberi kontribusi wawasan yang sangat baru “Surprise” buatku. Diantaranya kisah yang berjudul Aku Saja. Tuing tuing! Aku sangat terpesona dengan kisah ini. Aku Saja menyuguhkan arti kehilangan dari sudut pandang yang berbeda. Kehilangan yang biasanya digambarkan dengan ratapan tangis, suasana sendu, mengharu biru, dan keputusasaan, di sini disajikan dengan penuh semangat dan ketegaran. Hal ini terlihat jelas dari beberapa penggalan paragraf terakhir, berisi tentang penjabaran perasaan si tokoh utama “yang mengalami kehilangan”. Memang, sekilas pemaparannya terkesan seperti “si tokoh utama” itu pendendam tapi, penulis mampu menyadarkanku bahwa sebenarnya itu adalah semangat dan ketegaran. Selain itu konflik yang muncul dalam kisah ini cukup menantang.

Berlanjut ke kisah yang berjudul Gaun. Ini dia! Aku baru pertama kali ini bertemu dengan gaya penceritaan yang menggunakan dialog penuh di sepanjang pemaparan kisahnya. Luar biasa! Bahkan dengan melalui dialog pun, penulis sukses membuatku bisa menerima pesan dan menemukan makna tulisan itu dengan baik. Humhumhum ada yang penasaran pesan dan makna yang seperti apakah itu? Makanya...buruan cari bukunya, pinjam ke teman atau mungkin beli, terseralah bagaimana caranya. Lalu temukan jawabannya! Hehehe...

Next...kisah dengan judul Cakes dan Father’s Heart. Dalam kisah ini aku menemukan pelajaran “tentang hidup” yang sempat terlewatkan. Kedua kisah ini menggambarkan betapa hebatnya kasih sayang Ibu dan Ayah yang memang terkesan sederhana tapi sesungguhnya luar biasa. Cakes menyajikan tentang betapa besarnya kasih sayang seorang Ibu, sedangkan Father’s Heart menyajikan betapa besarnya kasih sayang Ayah yang sesungguhnya tidak kalah hebatnya dengan Ibu. Benar benar menunjukkan bahwa “Setiap orang punya cara masing-masing untuk membagi kasih sayang dan cintanya”

Dan yang satu ini…Tulisan diatas Pasir. Wau! Penggambaran tentang kehilangan dan kerinduan, dikemas dengan alur yang anggun, karakter tokoh utamanya juga mampu memikat hatiku, dan kisahnya membuat perasaanku mengharu biru (membaca ditemani dengan tetesan air mata).

Setelah membaca tuntas buku ini, aku menemukan sedikit kesimpulan dari sudut pandangku: semua kisah dalam buku ini mengajarkan tentang seperti apakah rindu dan kehilangan itu. Serta seperti apakah cara terjitu yang dilakukan oleh orang-orang yang mengalaminya agar rindu dan kehilangan itu tetap berkesan dan berarti dalam hidup mereka.



*Ini kali pertamanya aku bisa menulis resensi.maaf maaf kalo nantinya membingungkan.Pliz...kasih kritik dan saran ya!!!Semoga ini brmanfaat buat semuanya ^_^

*Special pake daging sapi super buat Kak Robin_trpacu dari utang janji berkomentar pada karya kakak,akhirnya aku berani membuat resensi ini.tengkiu banget kak...aku banyak ngdpetin pangalaman baru dr buku ini ^_^

Lepaskan Aku

Hati brkata tak sanggup lg brjalan brsisian dg mu,krn sjujurny...Brsmamu mbwtku trpenjara dlm piluh.
Tolonglah!
Biarkn aku bebas tnpa byang2mu.Krn skuat appun kmu prtahanknku,hany kecewa yg akn km dpt dariku.
Tolonglah!
Lpaskn aku dr blenggu martabatmu.Krn sungguh,aku trsiksa brada dbalik harga dirimu.

Hujan

Hujan ini deras dan masih belum reda, layaknya cintaku padamu mengalir deras tanpa jeda.
Aku masih bisa ingat.Dalam hujan, kau selalu hangatkanku dengan keromantisan.
Aku tak bisa lupa.
Dalam hujan, kau dekap aku erat.
Kenangan itu melekat pekat, menjerat hatiku dalam syahdunya lagu cintamu.
Aku senang melihat hujan.
Karena hujan mengantarku pada kenangan yg pernah kau ukir.
Karena hujan, aku tetap bisa menemuimu.
Walau sebatas dalam angan kerinduan.
Aku masih mencintamu, sekalipun nyatanya aku tak bisa pertahankanmu.

Wednesday, March 23, 2011

Lomba Menulis Flash Fiction bersama Leutika Prio dan buku Tulisan di atas Pasir

Nggak cuma buat para jawara…
Mau pemula, mahir, yang sudah maupun belum pernah ikut lomba sekalipun…
Ikuti “Event Menulis Flash Fiction bersama Leutika Prio dan buku Tulisan di atas Pasir”

Ketentuan umum:
  1. Lomba yang diadakan adalah lomba menulis Flash Fiction (cerita singkat). Info tentang Flash Fiction klik disini http://www.facebook.com/note.php?created&&note_id=200031926682348#!/notes/robin-wijaya/apa-itu-flash-ficiton/200031926682348
  2. Naskah harus asli. Bukan terjemahan, saduran atau mengambil ide dari karya orang lain.
  3. Peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 karya terbaik.
  4. Naskah belum pernah dimuat atau dipublikasikan di media apapun (cetak maupun elektronik), dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
  5. Naskah yang masuk menjadi hak milik panitia.
  6. Tema cerita yang bisa diambil adalah tentang Rindu dan Kehilangan (boleh salah satu atau gabungan keduanya).
  7. Tidak ada ketentuan khusus dalam berbahasa, asal tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
  8. Diperbolehkan menggunakan bahasa asing dengan syarat dicetak miring dan komposisinya tidak lebih dari 20% dari total kata yang ada dalam naskah
  9. Lomba dibuka mulai Sabtu, 12 Maret 2011 dan berakhir Kamis, 31 Maret 2011 pukul 24.00 (total deadline 20 hari)
  10. Peserta memposting materi lomba ini dan banner lomba dalam catatan facebook, dan men-tag minimal 25 orang ( termasuk FB Robin Wijaya http://www.facebook.com/profile.php?id=1028455780 ). Dengan berbagai pertimbangan, peserta tidak perlu mentag FB Leutika Publisher/Leutika Publisher Dua/LeutikaPrio.


Ketentuan khusus:
  1. Naskah diketik dengan Microsoft Word 2003 format: Kertas A4, spasi 1,5, Times New Roman 12, margin default.
  2. Panjang naskah adalah 300 – 400 kata (tidak termasuk judul).
  3. Sertakan biodata narasi singkat (100 kata) dibawah naskah.
  4. Naskah dikirim ke e-mail: robinwijaya.leutikaprio@yahoo.co.id, attach file, word document. Subject e-mail : Nama FB Penulis + Judul Naskah (mohon tidak mengirim naskah di badan e-mail).


Lain-lain:
  1. Pemenang diumumkan 10 April 2011.
  2. Akan dipilih 3 pemenang utama dan akan mendapatkan hadiah Paket Buku dari Leutika Publisher senilai 210 (@70rb) judul tidak bisa memilih. Hadiah akan dikirim ke alamat wilayah Indonesia.
  3. 5 pemenang harapan bersama 3 pemenang utama (total 8 naskah), karyanya akan disisipkan ke dalam buku “Tulisan di atas Pasir – deluxe edition”.
  4. Pemenang tidak akan mendapatkan royalti dari naskah yang disisipkan dalam buku Tulisan di atas Pasir – deluxe edition.
  5. Juri yang akan menilai naskah adalah penulis (Robin Wijaya) dan redaksi Leutika Publisher/ Leutika Prio.
  6. Keputusan dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
  7. Event ini disponsori oleh Leutika Publisher dan Leutika Prio.
  8. Pertanyaan dan informasi, silahkan e-mail ke: robinwijaya.leutikaprio@yahoo.co.id, atau inbox ke FB Robin Wijaya.


Ayo… Ayo… mulai menulis dari sekarang…
Siapa tahu naskahmu yang bakal jadi pemenang ^^



*silahkan di share

Lomba Bertema : Inspirasiku Menulis ( 3 Maret- 3April 2011)

copas dari info lomba:
Lomba Bertema : Inspirasiku Menulis ( 3 Maret- 3April 2011)

Dalam rangka milad Tri Lego yang ke 21 tahun, saya berkeinginan untuk menggelar event kecil- kecilan berupa lomba menulis. Saya mengajak kepada teman-teman untuk berbagi kisah menarik seputar inspirasi menulis. Caranya cukup sederhana. Tuliskan episode paling berkesan dari diri teman-teman awal mula teman-teman terinspirasi untuk menulis. Dari membaca buku kah, keluarga, teman dekat, seusai menghadiri pelatihan atau apapun yang pada akhirnya menjadi inspirasi teman-teman untuk memulai membuat tulisan.

Aturan mainnya:
  1. Naskah ditulis berdasarkan kisah nyata
  2. Ditulis dalam 3-4 halaman kertas A4, Margin Standar, font : Times New Roman 12, Spasi :1,5, simpan dalam format RTF
  3. 3.      Tulisan ditulis narasi (ingat bukan cerpen) dan tuliskan kalimat paling inspiratif yang membuat teman-teman terinspirasi untuk mulai menulis, boleh ditulis di awal, isi maupun bagian akhir naskah.
  4. Sertakan biodata diri di akhir tulisan berupa nama lengkap, nomor telephone, email, dan nama akun facebook .
  5. Tulisan dikirim ke email : me_muslimnegarawan@ymail.com dengan subject : Inspirasi Menulis (Judul Naskah + Nama FB), Naskah tidak ditulis dibadan email .
  6. Posting  INFO lomba ini ke Fb Tri Lego Indah dan 20 teman (Jumlah tag harus 21)
  7. Lomba ini dimulai tanggal 3 Maret 2011 dan ditutup 3 April 2011 pukul 21.00 wib

Pengumuman Pemenang  pada tanggal 30 April 2011 (pas milad saya, hehehe)
 pukul 21.00 wib


Satu kisah paling menarik akan mendapatkan paket buku menarik dari saya dan 21 naskah terbaik akan diusahakan diterbitkan secara indie di Leutika Prio.

NB : kalau ada yang mau memberi saya kado dipersilahkan,hehehe
Penulis yang naskahnya ikut dibukukan tidak diberikan royalti.
Nama dewan juri akan diberitahukan kemudian.


____Mari menulis dan memberi inspirasi_____

Salam

[KKDH] My First Book-Menakjubkan!

 # Makan sayur semanggi di pinggir kali.
Diolesi saos pedas, mulut pun berapi-api.
Kumpulan cerita KKDH menarik sekali.
Siapa yang nggak beli, bakalan rugi.

Ooo Sebenarnya aku bukanlah orang yang cakap mengingat sesuatu secara rinci. Tapi untuk event yang satu ini “KKDH-Kulepaskan Kau Dari Hatiku”, memoriku cukup lancar mengingatnya.

Akhir tahun 2010 kemarin, aku sempat nimbrung dalam arena menulis yang kusebut “Arena Menulis Marathon”. Marathon? Yup... gak jauh beda dengan lari marathon, kompetisi menulis di jejaring sosial semacam facebook dan blogger cukuplah menguras tenaga dan pikiranku pada waktu itu. Selain padatnya event yang waktu deadline nya juga saling berkejaran, Desember waktu itu aku juga sedang terjepit dalam tugas-tugas kuliah serta kemalasanku dan kejenuhanku sendiri. Tapi Syukur Alhamdulillah, berkat dorongan dari teman-teman seperjuanganku yang sekaligus pemberi info dan juga peserta dalam lomba itu, akhirnya aku masih bisa bergabung di beberapa kompetisi yang terjadwal. Salah satunya...kompetisi curhat “KKDH-Kulepaskan Kau Dari Hatiku” yang seingatku diadakan oleh mbak Fitri Gita Cinta dan mbak Nora Apriyani Rahmaniar.

Kompetisi menulis curhat bertema KKDH-Kulepaskan Kau Dari Hatiku. Awalnya aku bingung dan ragu mau menuliskan kisah nyata ini, apalagi harus menorehkan kalimat “Kulepaskan Kau Dari Hatiku” pada sisi awal curhatanku. Aku memang bukanlah tipe orang yang tertutup, tapi aku juga nggak segampang itu membeberkan perasaan yang pernah kualami. Terlebih lagi jika perasaan itu nggak nyaman dikonsumsi public, apalagi sampai membuat mereka mengasihani aku. Malam itu aku terkekeh sendiri di hadapan komputer yang ada di kamarku. Sambil menyempatkan diri membuka link kompetisi itu, aku membaca sms dari teman seperjuangan yang terus mengajakku untuk ikut dalam kompetisi KKDH

Setelah membaca notes KKDH milik mbak Fitri Gita Cinta yang diperuntukkan kepada peserta sebagai contoh tulisan, aku menemukan keberanianku di sana. Aku menemukan semangat dalam tulisan itu, perjuangan yang gigih untuk bisa berbahagia dengan masa lalu dan keberanian untuk melepas sesuatu. Pikiranku berubah. KKDH benar-benar kompetisi, bahkan bukan hanya kompetisi karya, tapi juga nyali. Menantang, menakjubkan! Lantas aku pun memilih ikut andil dalam kompetisi itu. Kalimat pertama sesuai tema berhasil kulilitkan. Kalimat “Kulepaskan Kau Dari Hatiku” kuletakkan di awal paragraph. Kata demi kata mengalir dalam tulisanku yang berjudul Bahagia dalam Keterbatasan. Itulah kali pertamanya aku berani mengungkap masa lalu panjang lebar kali tinggi, lantas benar-benar melepasnya. Lega! Sejak saat itu, saat ini, dan semoga untuk saat-saat berikutnya, aku tetap bisa berbahagia dengan masa lalu tanpa harus ku memaksanya bertahan bersamaku.

KKDH kembali membuatku terkekeh sendiri di depan komputer dalam kamarku ketika aku membaca info bahwa tulisanku masuk dalam 61 besar curhatan terpilih dari total 379 curhatan, di bukukan pula. Wah wah wah.... menakjubkan, KKDH-Bahagia dalam keterbatasan adalah tulisan pertamaku yang berhasil terbukukan. Hehehehe....senangnya bukan main J

Hemhemhem...sepertinya bukan aku saja yang merasa takjub pada KKDH, penulis-penulis lain yang telah menjadi peserta atau jawara mungkin juga nggak kalah takjubnya dariku. Sesuai dengan kalimat yang tertera dalam cover buku ini “The Power of Curhat”, tulisan yang ada di dalamnya adalah tulisan “curhat” yang penuh kekuatan, semangat, perjuangan, dan keberanian dalam melepas masa lalu namun tetap berbahagia dengan masa lalu itu.

Yuhuuuu nggak lupa juga, aku mau bagi-bagi thanks dulu aaaaah! Hemft...many thanks buat kawanku, si Risti Narutoholict yang sudah berbagi info dan terus nyupport aku sampai akhirnya tulisanku bertahan mewakili kamu, Ratih, dan Titi.

Guys... nggak peduli deh buku ini antologi or kumpulan or apalah namanya, yang pasti dalam buku ini ada tulisanku yang nggak lepas dari support kalian. My first book is not only for me, it’s also for you, friends. This is our book. Many thanks too for all of KKDH team who give me chance in this event. Thanks so much LeutikaPrio as a publisher of this book, special to mbak yu Fitri Gita Cinta_massive thanks sist for your notes and your spirit. Never forget, thank you Allah, thank you Allah. Terimakasiiiiiih banyak buat semuanya.

# Samsi promosi bukan maksud memaksa pembeli.
Samsi promosi hanya ingin berbagi.
Siapa pun yang tertarik memiliki.
Buruan deh bukunya dibeli.
Tenang aja sob...
Harga terjangkau, nggak sampai ngejual tipi.

*pesan segera  melalui website www.leutikaprio.com, atau inbox Fb Leutika Prio dengan subjek PESAN BUKU atau SMS ke 0821 38 388 988. Minimal pembelian 90rb, GRATIS ONGKIR ke seluruh Indonesia.

Happy Reading with KKDH!!  ^__^